Pembangkit Listrik Tenaga Buah Busuk Dari UGM

Diposkan oleh RoomSection3 on Jumat, 29 Maret 2013

Yogyakarta — Pasar gemah ripah yaitu pusat perdagangan buah di yogyakarta. Layaknya pasar yang lain, lokasi ini juga membuahkan limbah, terutama buah-buahan busuk akibat tidak dibeli. Penduduk lebih kurang pasar pernah memprotes limbah buah busuk itu, dikarenakan bau menyengat. Sampai lantas, lahirlah ide untuk memakai buah busuk itu jadi sumber tenaga pembangkit listrik dari buah busuk serta saat ini dapat menerangi pasar.
Pembangkit Listrik Tenaga Buah Busuk Dari UGM
Siti syamsiah, koordinator program pengelolaan sampah yang juga pengajar di jurusan tehnik kimia, kampus gadjah mada, yogyakarta, mengikuti pedagang pasar itu untuk membangun pembangkit listrik tersebut. Teknologinya diadopsi dari swedia, dikarenakan negara itu sudah mempunyai pembangkit listrik sejenis, tutur siti layaknya ditulis voa.
Program awal mulai diterapkan pada 2011 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Menurut Siti, buah busuk yang dihasilkan Pasar Gemah Ripah bisa mencapai 10 ton per hari, jauh lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan sebesar 4 ton per hari.
"Kalau (mesin pembangkit) itu bisa bekerja secara normal, daya yang dihasilkan sudah lebih dari cukup. Cuma memang sampai sekarang belum bekerja secara maksimal. Untuk bisa maksimal itu, kita membutuhkan beberapa peralatan yang lain. Itu yang sedang usahakan. Misalnya mesin pengangkat sampah dari bawah ke atas, karena sekarang masih diangkat secara manual. Pekerjanya tidak kuat kalau setiap hari harus memasukkan buah busuk sebanyak 4 ton," ujar Siti.
Sistem pembangkitan listrik ini dikerjakan memanfaatkan biogas yang dihasilkan dari buah busuk. Dari 4 ton buah busuk, dapat membuahkan 333 newton kubik biogas, yang lantas jadi bahan bakar untuk menghidupkan generator listrik. Daya listrik yang dihasilkan sebesar 548 kwh /hari serta dapat mencukupi keperluan listrik lebih kurang 500 kepala keluarga.
Siti menjelaskan, teknologi yang diadopsi dari swedia serta sesuai dengan situasi di indonesia ini mempunyai beragam masalah, baik dari segi teknologi ataupun sosial yang terus dicari jalur keluarnya. Didalam kurun waktu dua tahun ini, terus dikerjakan penyempurnaan, supaya teknologi sejenis bisa diaplikasikan di tempat-tempat lain, tuturnya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Template information